28 Des 2009

Trenggalek prediksi 7 Calon Bupati

Trenggalek, 10/24 (ANTARA) - Kandidat calon Bupati Trenggalek,
Jawa Timur, untuk periode 2010-2015 yang akan "bertarung" dalam Pilkada 2010 mendatang diprediksi lebih dari tujuh orang.
Prakiraan awal ini seperti disampaikan salah satu anggota KPUD
Trenggalek, Zaenal Abidin, Sabtu, mengatakan, tujuh fraksi yang
sekarang ada di DPRD II Trenggalek memiliki peluang sama untuk
mengusulkan masing-masing satu orang calon.
"Saat setiap fraksi rata-rata memiliki minimal enam anggota/kursi. Dengan ketentuan calon bupati sekurang-kurangnya harus didukung 16 ribu pemilih atau setara dengan lima kursi di DPRD, maka masing-masing fraksi bisa mengajukan masing-masing satu kandidat," katanya saat berbincang dengan ANTARA.
Prediksi itu belum termasuk calon perseorangan atau calon
independen.
Dengan asumsi sama bahwa calon independen harus bisa mengumpulkan dukungan awal sedikitnya 16-an ribu suara pemilih, kata Zaenal, maka jumlah bakal calon bupati Trenggalek bisa menembus angka 10 orang.
"Kita lihat saja nanti berapa akhirnya," kata Zaenal.
Sebagaimana telah dijadwalkan, Pilkada Trenggalek rencananya akan digelar sekitar pertengahan Juli 2010.
Anggaran yang diajukan untuk menggelar pesta demokrasi tersebut
berkisar Rp10 miliar.
Sejauh ini, belum bakal calon bupati Trenggalek yang akan maju

pilkada melakukan deklarasi secara resmi. Tapi beberapa nama telah
ramai diperbincangkan kalangan pemerhati politik lokal Trenggalek
maupun masyarakatnya.
Di antara beberapa nama yang banyak disebut adalah "incumbent"
Bupati Trenggalek Soeharto, Wabup Trenggalek Mahsun Isma'il, mantan Bupati Trenggalek periode 2000-2005 yang kini menjabat Asisten Sekdaprov Jatim Mulyadi, serta mantan Ketua DPRD Trenggalek 2004-2009 Dawam Ismail.
Ketua DPRD Trenggalek sekaligus ketua DPC PDIP Trenggalek, Akbar
Abbas, saat dikonfirmasi siapa yang tengah digadang-gadang sebagai
bacabup PDIP mengatakan belum menentukan secara spesifik.
Tapi dia secara umum membenarkan bahwa keempat nama yang disebut
di atas merupakan kandidat yang sudah hampir bisa dipastikan bakal maju dalam Pilkada 2010.
(T.PSO-130/B/F002/F002) 24-10-2009 17:45:32

Pengumuman DPC - PDIP


Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2010, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia - Perjuangan telah membuka pintu bagi setiap warga Trenggalek yang ingin mencalonkan diri sebagai kandidat Calon Bupati/Wakil Bupati.

Menurut Akabar Abas, partainya siap menerima siapa saja yang memiliki niat untuk maju dalam Pilbup tersebut, tapi dengan beberapa syarat antara lain harus memiliki visi dan misi yang sama dengan partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut.

"Kami tidak akan menerima bakal calon yang berbeda misi dan visi perjuangannya dengan garis partai kami. Dalam lima tahun ke depan, kami inginkan derap dan dinamika pertumbuhan kesejahteraan masyarakat harus lebih baik dari sekarang," katanya.

Untuk itu, kepada setiap bakal calon hendaknya segera mendaftarkan diri dengan membawa berbagai persyaratan yang ditentukan, ke kantor sekretariat DPC PDI-P Trenggalek. Bakal Calon harus datang sendiri, bersama pasangannya dan tidak boleh diwakilkan, demikian Abas menambahkan. Lebih jelasnya, lihat foto scan pengumuman di atas.

22 Des 2009

Wakidi Pimpin Golkar

Wakidi terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Trenggalek dalam Musda VIII yang berlangsung, Sabtu (19/12). Pengusaha perhotelan dan kontraktor ini menang telak atas kandidat Sukono yang juga Ketua FPG di DPRD Trenggalek. Dalam tahap pemilihan bakal calon, Wakidi berhasil menyapu 14 suara dari total 17 yang diperebutkan. Hasil ini sekaligus menghentikan langkah pesaingnya Sukono, tanpa perlu memasuki babak pemilihan calon.

“Wakidi terpilih aklamasi. Dia langsung ditetapkan jadi ketua karena dia satu-satunya yang memenuhi syarat pencalonan, yaitu mendapat minimal 30 persen dukungan,” tutur Gatot Sudjito, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim yang memimpin Musda Golkar Trenggalek usai pemilihan kemarin.

Di luar dua calon itu, sebenarnya masih ada tiga lagi yang sempat meramaikan bursa calon ketua Golkar Trenggalek. Mereka juga terlihat aktif melakukan penggalangan di 14 Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar. Mereka terdiri Sukaji (mantan anggota DPRD Trenggalek periode 2004-2009), Miklasiati (anggota DPRD Trenggalek) dan Sukardi (pengurus DPD PG Trenggalek). Namun menjelang pendaftaran calon dibuka, ketiga nama ini ternyata justru memilih membatalkan niat. Jadilah tinggal Wakidi dan Sukono yang mendaftarkan sebagai bakal calon ke panitia.

Dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, Wakidi didampingi sekretaris Sukaji yang terpilih lewat sidang formatur beberapa jam setelah pemilihan. Posisi untuk Sukaji ini sudah bisa ditebak sejak yang bersangkutan membatalkan niat mencalonkan dan memilih untuk bergabung dalam barisan pemenangan Wakidi beberapa saat menjelang pemilihan berlangsung. Sementara Sudarso, Ketua Golkar Trenggalek demisioner diangkat menjadi ketua dewan pertimbangan

Banyak Kasus KDRT

Meski tidak banyak pengaduan yang ditangani, unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Trenggalek menengarai banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kekerasan fisik maupun seksual pada anak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), yang tidak dilaporkan.

Akibatnya, polisi kesulitan mengungkap kasus-kasus kekerasan tersebut, “Ini seperti fenomena gunung es. Budaya ‘ewuh-pakewuh’, alasan menjaga keharmonisan keluarga, dan sebagainya membuat kasus KDRT maupun kekerasan pada anak tidak banyak dilaporkan ke polisi,” kata KBO Reskrim Polres Trenggalek, Iptu Khairil, Rabu (25/11).

Total kasus pidana yang ditangani unit PPA pada tahun 2009 ini ada sebanyak 21 kasus. Terbanyak adalah kasus pencabulan atau kekerasan seksual pada anak di bawah umur dengan jumlah mencapai 10 kasus.
Selebihnya, merupakan kasus KDRT (5 kasus), penganiayaan (5 kasus), dan kekerasan pada anak serta membawa lari anak gadis di bawah umur (1 kasus).

Kasus-kasus itu dihitung berdasar pengaduan korban (masyarakat) yang kemudian ditangani oleh polisi dan diproses lebih lanjut hingga ke meja hijau.

“Dengan pertimbangan dan asumsi tadi maka data yang saya sebut ini tentu tidak bisa dijadikan acuan frekuensi kasus KDRT, kekerasan pada anak, pencabulan, dan sebagainya di Trenggalek,” kata Khairil lugas.

Secara kuantitas, kasus-kasus yang ditangani unit PPA Polres Trenggalek dari tahun 2007 hingga 2009 ini cenderung stagnan atau tidak berubah.

Kasus KDRT, misalnya, jika pada tahun 2007 dan 2008 masing-masing sempat tercatat ada dua kasus ditangani polisi, pada 2009 hingga akhir Oktober lalu tercatat ada lima kasus. Demikian juga dengan kasus penganiayaan dengan korban perempuan, anak-anak maupun anggota keluarga.

Tahun 2007 dan 2008 sama-sama mencatat angka sepuluh kasus, sementara hingga November 2009 ini, kelompok kasus dengaan kategori penganiayaan turun drastis hingga tinggal lima kasus saja.
Rendahnya angka kasus KDRT, penganiayaan pada perempuan dan anak, kekerasan pada anak, serta pencabulan menurut Khairil belum bisa dijadikan gambaran tingginya kesadaran hukum warga Trenggalek.

Sebaliknya, ia justru terang-terangan mengaku pesimistis karena kasus-kasus yang akhirnya “di-peti es-kan” diduga masih banyak.

“Kami imbau masyarakat supaya lebih proaktif dan tidak takut-takut dalam melaporkan tindakan melawan hukum seperti melanggar Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT,” kata Khairil.

Ia tidak lupa mengingatkan bahwa ancaman hukuman bagi siapa saja yang melanggar Undang-undang ini adalah selama-lamanya lima tahun penjara.

225 Warga Terancam Lumpuh

TRENGGALEK--MI: Sedikitnya 255 warga di dua desa yakni Desa Pringapus, Kecamatan Dongko dan Desa Bogoran, Kecamatan Kampak, Trenggalek, terserang chikungunya dalam sepekan terakhir.

Data yang dihimpun menyebutkan desa yang paling parah terserang penyakit yang mengakibatkan lumpuh ini adalah Desa Pringapus yakni mencapai 244 orang. Sedangkan di Desa Bogoran, baru terdeteksi sekitar 11 orang. Saat ini, sebagian besar warga menjalani perawatan rawat jalan. Akibat, puskesmas di Kecamatan Dongko tidak mampu lagi menampung jumlah pasien.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Trenggalek Suparman memperkirakan penyebaran virus dari nyamuk Aedes Aegypty di dua desa ini berasal genangan air di penampung getah pinus. "Dua desa berdekatan dengan perkebunan pinus. Sangat mungkin sebaran nyamuk berasal
dari genangan air yang jarang dibuang," jelas dia, Minggu (20/12).

Pihaknya, kata Suparman, langsung melakukan pengasapan (fogging), terutama di desa
Pringapus yang diketahui paling parah. "Kita juga meminta bantuan pihak perhutani yang mengelola hitam pinus yang menjadi salah satu mata pencarian warga sekitar," jelas Parman.

Chikungunya dapat membuat pasien terderang lumpuh sementara. Gejala awal penderita ditandai badan panas, nyeri persendian, pusing yang diikuti lumpuh yang dapat menyebar ke seluruh persendian tubuh. (ES/OL-02)